Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Februari 2014

Valentine Day Ala Rasulullah


2 (dua) hari lagi tanggal 14 Februari 2014....tentu kita sangat hafal ada perayaan apa ada tanggal tersebut. Ya..Valentine Day...Bagaimana kedudukan valentine day dalam pandangan islam 
Diutusnya Rasulullah Saw adalah sebagai Rahmatan Lil 'Alamiin (Rahmat bagi seluruh alam), artinya penebar kasih sayang. “Kasih sayang itu telah diajarkan sejak jauh sebelum ada valentine, yaitu di zaman Rasullulah Saw sudah ada yang namanya kasih sayang, di mana saling mengasihi antara sesama muslim, ataupun dengan selain orang muslim. Beliau mengajarkan kasih sayang itu melalui salam, senyum, jabat tangan, berbagi baik secara materi atau non materi. Rasulullah mengajarkan kasih sayang kepada orang tua dengan menghormati dan berlaku lemah lembut kepada mereka. Sedangkan dengan anak kecil kasih sayang dilakukan dengan menyayangi dan melindunginya.

Lalu Bagaimana dengan Valentine Day yang sekarang marak dilakukan anak-anak muda sekarang ini....Kasih sayang diartikan dengan berbagi bunga mawar atau cokelat kepada kekasih. Sayangnya, bayak sekali muda-mudi kita yang beragama Islam pun ikut-ikutan merayakannya dengan berbagai alasan, malah menganggap bahwa itu adalah “menu wajib” sehingga harus dirayakan setiap tahun karena ingin di anggap gaul, romantis, dan modern oleh teman-temannya. 

Padahal sejarah valentine day sendiri tidak jelas....sebagaimana artikel yg sudah kami tulis sebelumnya. Akankah kita membiarkan anak-anak & adik-adik kita menjadi generasi yang tidak jelas.

Kamis, 22 Maret 2012

Virus GAME ONLINE Menjangkiti Anak Kita

Artikel ini saya tulis sebagai bentuk keprihatinan mulai menyebarnya virus game (mulai PS, game komputer, dan game online) kepada anak-anak. Dunia anak memang dunia bermain, dan itu bagus untuk perkembangan sistem motorik dan sosial si anak. 
Tapi apa yang kita saksikan sekarang ini...ketika anak kita pamit pergi bermain ke rumah temannya, bukannya untuk bermain kelereng, main petak umpet, atau main bola. Tapi fenomena yang banyak kita temukan adalah mereka lebih senang bermain game baik itu di rumah temannya atau di warnet.  
Seorang anak yang sudah kecanduan cenderung lebih susah diatur dan bahkan tidak mau sekolah hanya karena ingin main game. Nah, jika sudah begini peran orangtua sangatlah penting agar anak tidak kecanduan lebih parah lagi. Kecanduan game pada anak memang agak sulit untuk dihilangkan. Karenanya perlu trik atau cara khusus agar kecanduan game pada anak bisa diatasi. Untuk membantu Anda, berikut ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengatasi anak yang kecanduan game online. 1. Pengawasan. Jika Anda mulai merasakan bahwa si anak mulai kecanduan pada game online, sebaiknya segera larang si anak untuk bermain game online. Agar lebih aman lagi, pengawasan orangtua terhadap anak sangatlah penting. Cobalah untuk mengawasi kegiatan yang dilakukan anak setiap hari. Dengan begitu si anak tidak akan berani main game meski dengan cara sembunyi-sembunyi. 2. Simpan Semua Alat Yang Digunakan Untuk Main Game Online. Anda harus tegas kepada anak agar si anak tidak kecanduan main game. Segera sita peralatan yang sering digunakan anak untuk main game dan biarkan anak bersosialisasi dengan teman-temannya di luar. Ini sangat baik untuk perkembangan mentalnya. 3. Memberi Jadwal. Jika Anda tidak tega menyita semua mainannya, Anda bisa memberikannya peraturan. Cobalah untuk membuat jadwal kapan waktunya belajar dan bermain game online. Tentunya ini akan mendidik anak untuk disiplin dan dijamin tidak akan kecanduan game online lagi. Tapi, tetap pengawasan Anda sangat berpengaruh pada tingkat kesuksesan cara ini. Jadi terus awasi anak Anda. :) 4. Bermain Bersama Anak. Cobalah menghabiskan sebagian waktu Anda untuk bermain dan bercanda bersama anak. Berusahalah menjadi orangtua dan teman yang baik untuk anak Anda. Dengan begitu si anak perlahan akan melupakan game online-nya dan lebih memilih bermain bersama Anda. 5. Jangan Beri Uang Jajan Lebih. Sekarang banyak sekali warnet yang menyediakan aplikasi untuk bermain game online. Karenanya bisa saja anak Anda memilih bermain di warnet setelah Anda melarangnya bermain game online di rumah. Agar hal ini tidak terjadi, lebih baik jangan beri anak Anda uang jajan lebih agar dia tidak bisa pergi ke warnet. Bermain game online memang mempunyai manfaat, tapi bermain game secara berlebihan itu tidak baik. Jadi, terus awasi anak Anda agar tidak kecanduan game online.

Read more at: http://ciricara.com/2012/02/22/ciricara-cara-atasi-anak-yang-kecanduan-main-game-online/#more-3200
Copyright © CiriCara.com
Seorang anak yang sudah kecanduan cenderung lebih susah diatur dan bahkan tidak mau sekolah hanya karena ingin main game. Nah, jika sudah begini peran orangtua sangatlah penting agar anak tidak kecanduan lebih parah lagi. Kecanduan game pada anak memang agak sulit untuk dihilangkan. Karenanya perlu trik atau cara khusus agar kecanduan game pada anak bisa diatasi. Untuk membantu Anda, berikut ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengatasi anak yang kecanduan game online. 1. Pengawasan. Jika Anda mulai merasakan bahwa si anak mulai kecanduan pada game online, sebaiknya segera larang si anak untuk bermain game online. Agar lebih aman lagi, pengawasan orangtua terhadap anak sangatlah penting. Cobalah untuk mengawasi kegiatan yang dilakukan anak setiap hari. Dengan begitu si anak tidak akan berani main game meski dengan cara sembunyi-sembunyi. 2. Simpan Semua Alat Yang Digunakan Untuk Main Game Online. Anda harus tegas kepada anak agar si anak tidak kecanduan main game. Segera sita peralatan yang sering digunakan anak untuk main game dan biarkan anak bersosialisasi dengan teman-temannya di luar. Ini sangat baik untuk perkembangan mentalnya. 3. Memberi Jadwal. Jika Anda tidak tega menyita semua mainannya, Anda bisa memberikannya peraturan. Cobalah untuk membuat jadwal kapan waktunya belajar dan bermain game online. Tentunya ini akan mendidik anak untuk disiplin dan dijamin tidak akan kecanduan game online lagi. Tapi, tetap pengawasan Anda sangat berpengaruh pada tingkat kesuksesan cara ini. Jadi terus awasi anak Anda. :) 4. Bermain Bersama Anak. Cobalah menghabiskan sebagian waktu Anda untuk bermain dan bercanda bersama anak. Berusahalah menjadi orangtua dan teman yang baik untuk anak Anda. Dengan begitu si anak perlahan akan melupakan game online-nya dan lebih memilih bermain bersama Anda. 5. Jangan Beri Uang Jajan Lebih. Sekarang banyak sekali warnet yang menyediakan aplikasi untuk bermain game online. Karenanya bisa saja anak Anda memilih bermain di warnet setelah Anda melarangnya bermain game online di rumah. Agar hal ini tidak terjadi, lebih baik jangan beri anak Anda uang jajan lebih agar dia tidak bisa pergi ke warnet. Bermain game online memang mempunyai manfaat, tapi bermain game secara berlebihan itu tidak baik. Jadi, terus awasi anak Anda agar tidak kecanduan game online.

Read more at: http://ciricara.com/2012/02/22/ciricara-cara-atasi-anak-yang-kecanduan-main-game-online/#more-3200
Copyright © CiriCara.com
Kecanduan game pada anak memang agak sulit untuk dihilangkan. Karenanya perlu trik atau cara khusus agar kecanduan game pada anak bisa diatasi. Untuk membantu Anda, berikut ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengatasi anak yang kecanduan game online.

Read more at: http://ciricara.com/2012/02/22/ciricara-cara-atasi-anak-yang-kecanduan-main-game-online/#more-3200
Copyright © CiriCara.com
4. Bermain Bersama Anak. Cobalah menghabiskan sebagian waktu Anda untuk bermain dan bercanda bersama anak. Berusahalah menjadi orangtua dan teman yang baik untuk anak Anda. Dengan begitu si anak perlahan akan melupakan game online-nya dan lebih memilih bermain bersama Anda.

Read more at: http://ciricara.com/2012/02/22/ciricara-cara-atasi-anak-yang-kecanduan-main-game-online/#more-3200
Copyright © CiriCara.com
Seorang anak yang sudah kecanduan game cenderung lebih susah diatur karena yang ada dalam pikirannya hanya keinginan untuk terus bisa bermain game. Nah, jika sudah begini peran orangtua sangatlah penting agar anak tidak kecanduan lebih parah lagi. 

Kecanduan game pada anak memang agak sulit untuk dihilangkan. Berikut beberapa trik atau cara khusus agar kecanduan game pada anak bisa diatasi (dikutip dari ciricara.com/..=anak-kecanduan-game)


1.   Pengawasan.

Jika Anda mulai merasakan bahwa si anak mulai kecanduan pada game online, sebaiknya segera larang si anak untuk bermain game online. Agar lebih aman lagi, pengawasan orangtua terhadap anak sangatlah penting. Cobalah untuk mengawasi kegiatan yang dilakukan anak setiap hari. Dengan begitu si anak tidak akan berani main game meski dengan cara sembunyi-sembunyi.

2.   Simpan Semua Alat Yang Digunakan Untuk Main Game Online.

Anda harus tegas kepada anak agar si anak tidak kecanduan main game. Segera sita peralatan yang sering digunakan anak untuk main game dan biarkan anak bersosialisasi dengan teman-temannya di luar. Ini sangat baik untuk perkembangan mentalnya.

3.   Memberi Jadwal.

Jika Anda tidak tega menyita semua mainannya, Anda bisa memberikannya peraturan. Cobalah untuk membuat jadwal kapan waktunya belajar dan bermain game online. Tentunya ini akan mendidik anak untuk disiplin dan dijamin tidak akan kecanduan game online lagi. Tapi, tetap pengawasan Anda sangat berpengaruh pada tingkat kesuksesan cara ini. Jadi terus awasi anak Anda.

4.   Bermain Bersama Anak.

Cobalah menghabiskan sebagian waktu Anda untuk bermain dan bercanda bersama anak. Berusahalah menjadi orangtua dan teman yang baik untuk anak Anda. Dengan begitu si anak perlahan akan melupakan game online-nya dan lebih memilih bermain bersama Anda.

5.  Jangan Beri Uang Jajan Lebih.

Sekarang banyak sekali warnet yang menyediakan aplikasi untuk bermain game online. Karenanya bisa saja anak Anda memilih bermain di warnet setelah Anda melarangnya bermain game online di rumah. Agar hal ini tidak terjadi, lebih baik jangan beri anak Anda uang jajan lebih agar dia tidak bisa pergi ke warnet. Bermain game online memang mempunyai manfaat, tapi bermain game secara berlebihan itu tidak baik. Jadi, terus awasi anak Anda agar tidak kecanduan game online.


Sebagaimana dikutip dari zii.web.id/psikologi/jika-anak-sudah-kecanduan-game. Disadari atau tidak kehadiran media tersebut, telah mengubah kehidupan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Di era games, internet dan PS sekarang ini, peran dan kepedulian orangtua sangatlah mutlak diperlukan.
Di bawah ini beberapa tips bagi para orangtua berkenaan dengan maraknya permainan elektronik (seperti games, PS dan komputer):
  1. Keteladanan karakter/hidup orangtua merupakan unsur dominan dalam penyiapan anak menghadapi potensi dari dampak negatif
  2. Keikutsertaan orangtua dalam memilih permainan game/ps.
  3. Suasana keluarga yang serasi, penuh cinta kasih yang dinikmati anak, merupakan dambaan bagi anak (sehingga anak akan memilih bercengkrama dengan orangtua daripada bermain ps atau komputer)
  4. Mendampingi anak ketika bermain dan mendiskusikannya akan dampak dari game tersebut.
  5. Menumbuhkan pendidikan agama dan kehidupan spiritual dalam diri anak, dengan tetap memperhatikan perkembangan lingkungan anak
  6. Mendorong anak untuk berkarya dan berprestasi di dunia nyata yang dihargai dan dibanggakan orangtua
  7. Gunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi anak dari program yang negatif
  8. Menyediakan alternativ permaianan yang lebih menarik dan menantang bagi anak
  9. Meletakkan computer dan permainan di tempat umum dan terbuka, sehingga orangtua bisa mengawasi dan mengontrol anak
  10. Mengisi waktu luang anak dengan kegiatan yang menarik.
Sumber:
  • zii.web.id/psikologi/jika-anak-sudah-kecanduan-game
  • ciricara.com/?tag=anak-kecanduan-game 

Rabu, 29 Februari 2012

Hebatnya Tim Kreatif Film UPIN & IPIN

Artikel ini saya tulis karena terinspirasi setelah mendampingi quna (anak kami) melihat serial film upin & ipin yang disela-sela iklannya ada spot iklan film anak-anak "Tendangan Si Madun" dan "Fathiyah". 

Dari situ munculah renungan dan pemikiran saya, oh...ini rupanya salah satu hal yang menyebabkan Malaysia yang dulu di era 80-an banyak belajar dari kita, sekarang menjadi lebih maju dibandingkan Indonesia. Dari tayangan televisi anak-anak malaysia disuguhi film yang sangat edukatif dan memberikan pesan moral yang sangat tinggi sebagaimana yang dicontohkan dalam film upin & ipin. Sementara anak-anak indonesia dibombardir oleh film-film yang tidak logis, tidak sesuai dengan realita, skenario asal-asalan hanya mengedepankan unsur humor dan menampilkan artis terkenal (sebagaimana film "Tendangan Si Madun" dan "Fathiyah"). Syukurlah film upin & ipin sudah mulai ditayangkan di Indonesia, sehingga bisa sebagai alternatif tontonan yang baik bagi anak-anak kita.

Kembali lagi mengenai film upin & ipin......
Kalau saya lihat sepintas...mungkin film itu seperti biasa saja, sekedar sebagai film anak-anak yang memakai dialek melayu sehingga terkesan aneh dan lucu. Tapi ketika agak jeli mengamatinya....terbersit dalam pemikiran saya betapa hebatnya tim kreatif yang bekerja dibalik layar upin & ipin tersebut.

Apa hebatnya Film Upin & Ipin...?
  1. Selalu mengangkat tema berdasarkan kisah/cerita/pengalaman anak-anak sehari-hari. Cerita yang diangkat mengenai kehidupan sehari hari anak anak kampung itu seperti bermain, bersekolah, dan sebagainya. Kampung yang ditinggali upin dan ipin begitu sederhana, tak nampak kalau malaysia begitu maju dalam hal ekonomi. Namun penggambaran animasi dan bahasa yang digunakan benar benar membuat masyarakat indonesia merasa lucu. Dalam kisah tersebut selalu dimasukkan pesan moral dan unsur edukasinya yang dikemas dengan gaya bahasa dan skenario yang menarik sehingga membuat anak-anak bahkan orang tua (termasuk saya) sangat menyukai.
  2. Adanya karakter yang kuat dari masing-masing tokoh yang bermain. Tokoh utama dari cerita ini adalah Upin dan Ipin , dua bocah usia 5 tahunan yang hidup di sebuah desa di negara Malaysia, Upin adalah kakak dari ipin, dua bersaudara yang ditinggal mati oleh bapak ibunya. Mereka diasuh oleh neneknya yang dipanggil "opah" dan kakaknya "kak ros", suka sekali bermain, makan ayam goreng,dan menggoda kak ros. Upin dan ipin mempunyai banyak teman teman dalam kesehariannya. Jarjit singh adalah temannya yang keturunan india, suaranya kedengaran besar dan dikepalanya ada kuncup seperti yang dipakai pria india sehari hari yang saya ketahui dari film film.Jarjit sangat suka sekali membuat pantun namun teman teman nya tidak begitu tertarik dengan pantun yang dibuatnya. Mei mei adalah salah satu teman perempuan upin dan ipin. Dia adalah cewek keturunan China dengan ditandai dari mata nya yang sipit dan gaya bicaranya yang khas. Mei mei sangat cerdas dan selalu baik sama temannya yang lain. dia suka sekali menolong upin ,ipin, dan yang lainnya. Mail seketul 2 singgit, seorang anak yang mempunyai jiwa bisnis dalam dirinya. Dia suka sekali menjual apa saja kepada teman temannya , gaya bicaranya terlihat malas sekali tetapi dia pintar sekali berhitung. Kemudian ada si Ehsan si intan bayong, tukang makan yang bertubuh agak gendut dan berkaca mata, dia sangat takut dengan kucing, cita citanya dalah menjadi koki terkenal. Dia adalah anak seorang pengusaha sehingga dia begitu manja. Apapun yang dipunyai teman temannya pasti dia punya yang lebih bagus dan mewah. Fizi adalah saudara sepupu Ehsan, dia berkepala besar tetapi wajahnya nampak kecil dan bersuara seperti anak cewek, tetapi lucu juga kalau didengarkan. Fizi ini sepertinya hidupnya seperti upin dan ipin yaitu hidup dalam kesederhanaan tetapi dia sangat suka sekali menggoda ehsan. Atok Dalang seorang kakek yang sangat sayang sekali kepada anak anak, meskipun juga sering kesal sama sikap upin dan ipin. Ada juga Abang Sally seorang Banci yang tidak mempunyai pekerjaan tetap tapi dengan gayanya yang genit siap membantu siapa saja yang membutuhkan tenaganya.
  3. Mampu menggambarkan keragaman etnis dan membangkitkan semangat nasionalisme Malaysia. Tokoh utama yang bermain di Film Upin dan Ipin terdiri dari berbagi ras dan agama. Upin, Ipin, Ehsan, Mail, Fizi  digambarkan sebagai anak keturunan melayu asli dan beragama islam, Mei-Mei keturunan etnis China, dan ada Jarjit yang keturunan India yang non muslim. Tapi mereka semua sangat rukun dan tidak membeda-bedakan keturunan serta sangat bangga dengan Negara Malaysia.
Dan hebatnya lagi.....karena sering nonton film Upin & Ipin, Quna (anak kami) punya impian besok kalo udah gede pengen kuliah di Malaysia, katanya biar jadi temannya Upin & Ipin. Semoga cita-citamu tercapai nak...

Semoga animator dan insan perfilman di Indonesia mampu mencontoh bahkan membuat film yang lebih bagus dari Film Upin & Ipin
.

Rabu, 18 Januari 2012

Bersama Bunda Neno di Magetan

Alhamdulillah....Besok pada hari Ahad, 22 Januari 2012 Kota Magetan akan mendapat kehormatan dengan kedatangan pakar parenting Indonesia yang tidak kita ragukan lagi kemampuannya, yaa....Bunda Neno Warisman. Bagi orang tua yang peduli dan care dengan pendidikan akhlak, moral dan karakter anak jangan sampai lewatkan acara spesial di awal tahun ini yaitu Seminar Pendidikan Keluarga dengan Tema:

"Dongeng Dalam Pembentukan Karakter Anak" bersama Bunda Neno besok pada:

Hari           :  Ahad, 22 Januari 2012
Pukul          :  08.00 - 13.00 WIB
Tempat       :  GOR Ki Mageti Magetan 
Harga Tiket Masuk Untuk VIP : Rp. 100.000,- Umum : Rp. 50.000,-

Bagi yang berminat dan tertarik dengan acara ini dapat menghubungi contant person sbb:
1.  SDIT Al-Uswah  0351 8198167
2.  SD Islamiyah     0351 8045069
3.  Ibu Indarti        0351 8045069
4.  Ibu Titik          081334447420

Insyaallah...akan banyak manfaat yang bisa kita ambil dengan mengikuti acara yang istimewa ini, semoga kita bisa mendapatkan banyak ilmu dan inspirasi sebagai bekal untuk mendidik dan mendampingi anak-anak kita agar bisa tumbuh dewasa menjadi pribadi yang berkarakter dan berakhlaq mulia.....dan kita sebagai orang tuanya kelak akan tersenyum bahagia.....amiin.








Senin, 11 Juli 2011

Falsafah Pendidikan Anak

Dari Lingkungan Hidupnya Anak-anak Belajar…
(Dorothy Law Nolte)
.

Jika anak dibesarkan dengan celaan
Ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan
Ia belajar menentang
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan
Ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi
Ia belajar jadi penyabar
Jika anak dibesarkan dengan dorongan
Ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian
Ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan
Ia akan terbiasa berpendirian

Sebuah falsafah pendidikan berupa kata-kata bijak yang sangat menyentuh dan menyeruak masuk menembus dinding hatiku, membuka mata hatiku, menyibak pikiranku dan mengingatkanku untuk kembali flashback....merenung, berfikir, bertanya dalam hati, pola asuh dan cara mendidik anakku yang selama ini saya anggap sudah baik, tetapi ternyata hanya baik versi saya, tetapi tidak baik bagi perkembangan mental dan psikologis anak. Ketika anakku ngambek ketika disuruh mandi atau makan....saya justru marah dan kadang menganggap anak kita susah diatur, padahal anak kita pasti punya alasan kenapa dia tidak mau mandi atau makan, dan egoisnya saya...... adalah tidak mau tahu dan malas mendengarkan alasan mereka. Ketika anak kita belum bisa membaca dibandingkan dengan teman-teman sebayanya justru kita mengolok-olok dan menyalahkannya...alangkah jahat dan kejamnya saya sebagai orang tua. Bisa jadi anak kita lambat dalam membaca tetapi dia mahir dalam menggambar, cerdas dalam logika dsb. Itulah yang mungkin belum saya sadari selama ini bahwa setiap anak terlahir itu tidak mungkin sempurna, kalo dia punya kelemahan dalam suatu hal, pasti punya kelebihan di bidang lain....dan itulah pekerjaan rumah kita sebagai orang tua untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak-anak kita.....

Terimakasih Mrs. Dorothy.......your inspiration has opened my heart